Panduan lengkap untuk pemula (Nol Potol) untuk mengolah Gabah menjadi hasil berkualitas dan profit maksimal.
Gunakan langkah ini jika Bapak membeli padi dari supplier dalam kondisi basah dan ingin mengeringkannya saja.
Ini adalah fitur paling canggih. Sekali klik, semua hasil gilingan (Beras, Menir, Katul, Dedak) langsung terhitung otomatis.
Daripada hitung satu-satu manual, gunakan tombol ajaib ini:
Cukup ketik jumlah Gabah yang digiling (misal 10.000 kg), lalu klik tombol biru di atas.
Sistem akan otomatis mengisi: Beras 65%, Menir 5%, Katul 10%, Dedak 5%.
Gunakan langkah ini khusus jika Bapak mengolah BLKP (Beras Bahan Kelapa) menjadi Beras Merk Kelapa yang siap jual.
Banyak angka muncul di kotak hitam bawah? Jangan bingung, begini cara bacanya untuk orang awam:
Ini adalah **Modal Beras** Bapak saat ini. Jika ini tertulis Rp 10.000, berarti modal Bapak per kg beras hasil gilingan adalah 10 ribu.
Semakin tinggi angkanya (misal 70%), berarti padi Bapak sangat bagus (sedikit yang jadi sekam/sampah). Jika rendah (misal 40%), berarti padi banyak 'mabur' atau kosong.
Berapa kilo yang hilang selama proses. Misal dari beras ke sekam. Ini adalah "Kerugian Berat" yang harus Bapak tau agar hitungan untung tidak meleset.
Estimasi UNTUNG Bapak jika semua beras hasil gilingan ini laku terjual dengan harga pasar saat ini. Sangat penting untuk tau apakah proses giling ini CUAN atau RUGI.
Sistem menggunakan standar pabrik modern (Gabah Kering Giling → Beras):
- Beras (65%): Hasil utama yang Bapak jual.
- By-Products (Menir/Katul/Dedak): Hasil sampingan yang nilainya dipakai untuk **MENGURANGI MODAL** Beras Bapak (Subsidi Silang).
- Kenapa Dashboard Awalnya Kosong? Saat Bapak baru membuka menu ini, wajar jika angka masih 0 atau bertuliskan "Pilih Bahan". Ini karena mesin butuh data input (Pilih Produk & Masukkan Kg) untuk mulai menghitung analisa secara otomatis.